dia lagi dia lagi

10 01 2008

Pada awalnya saya berjanji untuk membuka hati saya untuk dia, sebut saja si oknum T, dan saya pikir saya pasti akan bisa menerima dia apa adanya. Tapi dasar saya saja yang bego, semua hal ttg dia tiba2 jadi salah semua;

“ah, kok dia ga rapi bgt sih, kok norak bgt sih, kok sok kenal bgt sih, kok ga cool sih,” dan kok kok yang lain.

Dan tiba2 semua hal secara tidak sengaja mengingatkan saya kembali kepada satu sosok tercinta, X, yang tidak bisa saya jangkau walaupun dia ada didepan mata.

Sigh…

Sebuah metro lewat dengan tulisan nama dia jendela belakang, seorang teman menulis nama dia (walaupun sebenarnya itu hanya kesalahan tulisan, EX menjadi X) dalam sms, dan saya jadi sangat kangen dia.

Kemarin malam kami bertegur sapa, cukup untuk membuat tidur saya gelisah pada awalnya.


Actions

Information

Leave a comment