duduk diam memandang keluar jendela, setelah lelah membaca buku, rasanya nyaman sekali
walaupun pemandangan yang terlihat bukan pemandangan yang bagus bgt, tapi itulah lingkungan tempat saya tinggal.
genteng rumah saya yang berwarna orange kusam dimakan waktu, pada salah satunya tertulis nama saya dan adik2 saya yang ditulis lebih dari sepuluh tahun yang lalu.
kos-kosan berwarna biru yang baru saja selesai dikerjakan, menghalangi pemandangan saya ke pohon rindang yang dulunya bisa saya lihat dari balik jendela.
genteng-genteng rumah tetangga yang makin memenuhi lahan yang dulunya hijau, pertanda bertambahnya tetangga yang tidak saya kenal.
dan tampak dari kejauhan, apartemen pakubuwono residence yang jika pada malam hari menampikan kelap kelip lampu cantik, walaupun pada dasarnya saya sedih dengan dibangunnya hunian tersebut, lahan yang dulunya bisa kami pakai untuk kegiatan luar sekolah, kini hilang sudah.
aaah.. lebih baik saya lanjutkan lagi membaca buku last empress-nya, karena makin lama makin seru



Ini dia si Bagus yang imut-imut seimut marmut ituh,

