Suatu pagi beberapa bulan yang lalu, kami menemukan pup burung dilantai rumah kami. Ternyata mulai hari itu ada keluarga burung yang pindah rumah ke atap rumah kami. Itu loh, kayu yang menyangga atap itu, ow.. i don’t know how to explain it *bingung*. Setiap sore mereka “pulang” ke rumah kami. Sebenarnya tidak masalah, sayangnya kalo pagi mereka pasti “nyetor” dulu, jadi tugas rumah bertambah dengan, beresin pup burung.
Waktu itu pernah saya foto, tapi fotonya ada di komp saya yang satu lagi, yang sekarang meninggal dunia, hiks *info ga nyambung: semua file saya ada disana, blom dipindahin huhuhu*. Foto mereka yang lagi tertidur, dengan kepala yang menyusup ke sayap mungil mereka. Saya suka mereka, dan sangat tidak berkeberatan untuk membersihkan pup mereka.
Tapi rupanya si mamak berfikiran lain. Kebetulan adik sepupu saya berlibur kerumah, si mamak memanfaatkan kesempatan itu untuk meminta tolong agar dia menutup lubang angin tempat keluarga burung keluar masuk rumah dengan kawat dari luar. And the Project was done. Sekarang keluarga burung tidak punya rumah lagi tanpa pemberitahuan sebelumnya. Well.. kok saya jadi merasa seperti telah menggusur rumah penduduk yang tidak bersalah yang kaya di tipi-tipi itu. Saya membayangkan keluarga burung menangis karena kehilangan rumahnya. Saya sedih memikirkan dimana mereka akan tidur, akankan mereka kedinginan?
Aaaah… kok saya lebay bgt yak .. :p