dia lagi dia lagi

Pada awalnya saya berjanji untuk membuka hati saya untuk dia, sebut saja si oknum T, dan saya pikir saya pasti akan bisa menerima dia apa adanya. Tapi dasar saya saja yang bego, semua hal ttg dia tiba2 jadi salah semua;

“ah, kok dia ga rapi bgt sih, kok norak bgt sih, kok sok kenal bgt sih, kok ga cool sih,” dan kok kok yang lain.

Dan tiba2 semua hal secara tidak sengaja mengingatkan saya kembali kepada satu sosok tercinta, X, yang tidak bisa saya jangkau walaupun dia ada didepan mata.

Sigh…

Sebuah metro lewat dengan tulisan nama dia jendela belakang, seorang teman menulis nama dia (walaupun sebenarnya itu hanya kesalahan tulisan, EX menjadi X) dalam sms, dan saya jadi sangat kangen dia.

Kemarin malam kami bertegur sapa, cukup untuk membuat tidur saya gelisah pada awalnya.

Advertisements

One thought on “dia lagi dia lagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s