Posted in daily, love, review

Fedi, Jumat, AAC

Setelah di approve sama Fedi Nuril di Facebook, semakin membulatkan tekad untuk nonton AAC. Padahal sih awalnya cuma mo makan di suatu restoran menggunakan voucher gratis, tapi malah jadi nonton.

Aduh.. Fedi Nuril ganteng bgt!!! hehehe padahal ga membayangkan muka fahri spt si fedi, muka fedi terlalu manis, but i love you man!! hahaha (tertawa histeris)

Bagus, tapi tidak sebagus novelnya, kalo menurut saya. Dan apakah saya menangis? (secara ceritanya kan agak2 mengharukan) jawabannya HAMPIR.. thanks to mbak2 dan mas2 yang duduk di bangku depan, karena pas bagian yg saya mo nangis, mereka malah cekikikan, brengsek!! membuyarkan konsentrasi menangis saya saja mereka itu.

Kalo boleh jujur, saya sedih dibagian Fahri menikah dengan Aisyah, karena saya menempatkan diri sebagai Maria, Nurul dan Noura, tidak bisa bahagia ketika orang yg kita suka menikah dg wanita lain, dan kita tdk bisa lagi berangan2 untuk bisa memilikinya. Yah.. saya hampir menangis di bagian itu, dan terimakasih banyak sekali lagi untuk mbak2 dan mas2 yg duduk didepan, mereka dengan suksesnya menertawakan tangisan Nurul yg sedih karena tidak bisa memiliki Fahri. Pasti pada nanya, pengalaman pribadi yah? bisa saya jawab, iya.. sedih ga sih huhuhu

Mbak Tata pernah bilang, dia ga mau punya suami kaya Fahri, karena Fahri terlalu religius, pasti kalo abis kawin ga bisa jalan2 lagi, ga bisa nonton di TIM lagi etc etc, mikir… iya juga sih, tapi tetep aja, Fahri gitu looh..

Dua tahun lalu saya menemukan pria yang saya pikir menyerupai Fahri, pinter agama dan baik hati, tidak sombong dan kebetulan dia itu cakeeeeep bgt. Dia perhatian bgt sama saya, kebetulan waktu itu, saya memang lagi ada masalah sama ketaatan saya dalam menjalankan agama, dan begitu menemukan dia saya pikir “Aduuh..mau dah saya nikah ama ni orang, walaupun dia ga ada istilah pacaran dikamusnya, kawin kawin dah”. Ternyata ga ada orang yang sempurna, dia ternyata hanya memanfaatkan saya saja, saya sakit hatiiii bgt sama dia, bisa saja saya mengikuti kemauan dia, tapi tidak sejalan dengan hati saya. Berapa malam saya habiskan untuk merayakan “kepergian” dia dari hidup saya, kecewa.. ternyata dia bukan Fahri.

Back to Ayat-Ayat Cinta, kok difilm, malah kayana si Maria yah yang jadi pemeran utama wanita?

Oh Fedi..

hehehehe

Author:

neng fey... si eneng ini berbadan gemuk tapi malas untuk diet neng fey suka bgt sama yang namanya buku novel, jadi sebenernya ga susah untuk ngasi kado ke si neng, kasi buku aja dia dah seneng bgt si neng suka bgt bermimpi ttg traveling, kenapa mimpi? soalnya si neng jarang bisa traveling neng fey sekarang lagi coba untuk pandai menulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s