Pulau Pramuka 2

Pulau Pramuka 2

Perahu perlahan mulai bergerak, melewati apartemen Regata yang indah, angkuh dan mahal, sangat bertolak belakang dengan pemandangan pasar muara angke yang baru saya lihat, kotor, bau dan terkesan murahan. Karena duduk diatas kapal, jadi angin yang berhembus lumayan kencang juga, awan masih menggantung, jadi agak susah buat ngambil foto yang bagus.

Kami duduk bersebelahan sama serombongan om-om yang sepertinya mo shooting film. Salah satunya mulai menggoda Nina si cantik, gw cuma terdiam dan sesekali ikut menimpali. Karena bosan gw ngobrol sama bapak di sebelah gw, salah satu kru juga. Ternyata mereka memang mau shooting untuk acara tv, acara dokumenter untuk anak, namanya “Sahabat Alam” yang nantinya akan tayang di Teve 7 bulan November depan. Namanya pak Arif atau Aris gitu, gw lupa, mereka juga sering jalan walaupun hanya untuk sekedar bekerja, aah irinya saya, bisa jalan2 plus dapet duit.

“Nanti kalo kami minta testimoni kalian ttg terumbu karang mau ga?”

whaaat?? masup tipi??? okeeeh sapa takut!!!

“Boleh aja pak, kalo acara kita ga bentrok ya pak” sok jual mahal gw huehehehe

Orang2 yang ikut perahu sepertinya banyak yang orang daerah situ, walau turis seperti kami juga banyak. Anak laki2 disebelah saya adalah anak pulau yang mempunyai keyakinan bahwa olahraga bulutangkis itu adalah yang terbaik, dia pulang ke Pramuka untuk maen bulutangkis dg teman2nya. Pamannya adalah pemandu dipulau2 sekitar situ. Namanya pak Tejo, dia menyarankan kalo nanti mo ke pulau seribu lagi cobalah ke Pulau Harapan, nanti dari sana kita bisa masuk ke Pulau Putri dengan harga yang lebih murah, buset dah, masuk pulau putri mahal bet!!. Baiklah, kunjungan berikutnya mungkin gw akan ke Pulau Harapan, tidak lupa gw minta nomernya pak Tejo, jadi nantinya ga bingung lagi mo menghubungi siapa.

“Itu sepertinya Pulau Untung Jawa” kata gw

“Kalo gitu yang itu Pulau Rambut” kata Pak Arif atau Aris ga mau kalah

Dan ternyata kami salah, huuu betapa malunya saya ketika si pebulutangkis tersenyum2 mentertawai ke-sok-tahu-an kami.

pemandangan dati dermaga
pemandangan dari dermaga

Setelah sekitar 3 jam perjalanan diatas kapal dengan bayaran Rp. 30.000 kami sampai di Pulau Pramuka. Setelah dadah2an ama om-om kru film, kami pergi nyari pak Ismail. Ternyata pak Ismail dah nunggu kita, sayangnya dengan kabar buruk.

“Maaf.. tamu yang lain baru ngasih tau, kalo mereka ga jadi dateng, jadi kalian hanya berrdua saja, ga papa?”

Sebenernya banyak tamu yang lain, tapi mrk bukan tamunya pak Ismail, jadi kami ga bisa gabung. Sebenrnya sih ga papa kalo kami cuma berdua aja, cuma gw sebagai penyandang dana agak ketar ketir juga membayangkan bahwa pengeluaran bisa membengkak kalo ga patungan ama orang lain. Dan ternyata kami juga ga bisa gabung sama om-om kru film itu. Jadi gimana..

Agak panik..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s