friksi-friksi

“nanti pasti akan ada friksi2 kecil diantara kita” itu kata arif di email panjang kami yang akan jalan ke bromo.

hmm.. saya sama sekali ga mau berbentur pendapat dengan mereka, apalagi harus bertengkar, dimana seharusnya kami bersenang2 melupakan kesibukan pekerjaan untuk sementara.

“ini friksi pertama kita” itu yang arif bilang kemarin ketika saya agak membentak mereka karena merasa diejek

ntah mengapa, perjalanan ke bromo sudah didepan mata, tapi kok sepertinya hal2 pritilannya kok makin banyak, saya maunya kita backpacking, murah meriah gempor tepar blablabla, dan mereka sepertinya lebih mementingkan kenyamanan perjalanan, sewa dua atau tiga mobil *dan membuat kami terpisah2* atau sewa 4 kamar *yang menurut saya seharusnya bisa sewa 2 kamar aja, kan bisa pake extra bed*. Biaya pun membengkak, bukannya saya pelit *which is emang sih sebenernya* tapi seharusnya biaya2 itu bisa ditekan.

Kalimat-kalimat, “gw ikut suara terbanyak” adalah kalimat favorite, tapi kalo semua tergantung yang lain, jadi apa dong keputusannya????? ketika saya mengemukakan pendapat, saya merasa mereka menganggap pendapat saya kurang benar, dan itu mengapa terjadi pertengkaran kecil kami kemaren.

Yang saya takutkan, semangat kami eh semangat saya jalan semakin berkurang. Bahkan semangat si irvan pun sepertinya sudah benar2 pudar, sial…

ooh, tolonglah… biarkan saya berlibur dengan tenang dan senang, pekerjaan dikantor bikin saya gilaaaa…!!!

Advertisements