Ketika emak marah

Mamak kapok marah-marah dah. Ya namapun mamak2 yak, anak dua biji yang satu bawel keras kepala kadang cengeng, yang kicik kalo ada emaknya langsung jadi manjah bingits, bukannya mau ngejelekin anak sendiri yak, tapi ya kadang2 emaknya suka langsung putus urat sabarnya klo 2 anak itu kok ya pas bener kompak betingkahnya.

Libur kemarin, seperti yang bisa diprediksikan, si Arsya bener2 jadi buntut emaknya, nempeel aja di pantat, beneran dalam artiย  kata sesungguhnya, nempel di pantat emak, emangnya pantat emak wangi ya? *yang baca mual, maapken*ngerengek klo emaknya bergerak, ngambek. Padahal emaknya mau masak, jadilah kemaren susah bener masak, padahal cuman mau goreng ayam doang, ya tapi kan klo goreng ayam, minyaknya sering meletup2 kan, malah takut kena anaknya. Si kakak ntah lagi apa dah sama hape emaknya, ngotot minta nonton youtube, ga dikasi, marah, dibilang bundanya jelek lah apalah, kumplit dah. Emak meradang dong, marah2 plus teriak2 ๐Ÿ˜ฆ ๐Ÿ˜ฆ Si Arsya tambah nangis, si Aila juga tambah mutung, emak ga jadi goreng ayam.

Pas malem, cek2 hape, mo ngapus2 foto, karena memory udah penuh bgt ama poto, eeh ternyata ada video tadi siang, si Aila yang ngerekam pas dia minta youtube, pas emaknya marah2, dia emang udah bisa poto2 dan suka videoin apapun, walaupun ga jelas apa yang di shoot.

Astagfirullahaladzim!! (Arti : Aku mohon ampun kepadamu Ya Allah)

Ya Allah, gue aja takut liat gue marah2 tadi, apalagi anak2 gue ya?? Maafin bunda ya naaak, asli deh, gue udah kayak mak lampir aja, bener2 nada tinggi dan kalimatnya tuh ga ngenakin bgt, seinget gue, gue pake nyentil segala tadi, padahal sama anak sendiri, huhuhu

Bener deh, jadi mikir kalo gue masih jauuuh dari baik untuk dijadikan bunda teladan, hiks, masih harus bisa ngendaliin emosi, harus nyari trik gimana anak2 ga suka ngambek n cengeng, harus cari cara gimana menyelesaikan masalah tanpa marah2

Intinya gue takut liat gue marah2, dan merasa sangat bersalah sama anak2, maafin bunda ya sayaaaang, huhuhu

anak2 gue emang iseng bgt mukanya dah

The Syahrial, waktu jalan2 ke Taman Safari, anak2 gue emang iseng bgt mukanya dah

17 thoughts on “Ketika emak marah

  1. Canggih bener Aila mbak ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚
    Pernah baca kalau anak usia pertumbuhan begitu meniru dan merekam dalam kepala segala sesuatu yang mereka lihat. Alasannya karena mereka belum betul2 bisa menafsirkan baik-buruk. Barangkali selalu memperlihatkan sisi positif kita di depan anak adalah pilihan ideal…

    Saya belum nikah aja udah sotoy ๐Ÿ˜‚

    1. iya sih, tapi menerapkan teori kelas parenting di kehidupam sehari2 ga gampang
      akupun mikir, setue ini aja aku masih inget beberapa kejadian waktu aku umur 4-5 tahun, walau makin kesini makin lupa, jadi kepikiran mau ngasi ke mereka memori yang bagus2 aja, itu teori
      tapiii.. pas mau diterapkan lah kok anaknya yang kayaknya pengen ngasi memori buruk ke emaknya, alias bikin emaknya ngomel mulu hehehe

  2. Maaaakkk, gw punya tulisan dari nyokap gw nih soal marah2. Tulisannya puanjaaaang.. kalo gengges apus aja yaaak:

    *“`Untuk segenap orang tua“`*

    *Refleksi Luar Biasa* dr “`Mas Agus Purwanto, DSc“`.(dosen fisika ITS penulis buku Ayatt Semesta dan Nalar Ayatt Semesta,…Penggagas Trensainsโ†’ Sragen, โ†’Jombang–Tebu Ireng– dan โ†’Yogja sekaligus pemilik Hak Cipta-nya)
    Bagi para orang tua maupun dosen/guru yang untuk sementara waktu berprofesi sebagai pengganti orang tua di rumah. Selamat menghayati dan mengamalkan ๐Ÿ‘‡๏ฟฝ

    *Urutan logika…siklus nakalnya anak dengan tidak bijaknya orang tua itu begini*:

    *Karena anaknya nakal…maka orang tuanya murka.*

    *Karena orang tuanya murka.. maka Allah juga murka.*

    *Karena Allah murka…maka tidak turun rahmat di rumah itu.*

    *Karena tidak turun rahmat di rumah itu…maka keluarga itu akan banyak masalah.*

    *Karena keluarga itu banyak masalah…maka anaknya…tidak merasakan kebahagiaan dan tidak nyaman…sehingga akan makin nakal.*

    *Prinsip inti siklusnya* sebenarnya masih pada orang tua…yakni: ๐Ÿ‘‡๏ฟฝ

    *Ridla Allah…berada pada ridlanya orang tua.*

    *Murka Allah…berada pada murkanya orang tua.*

    Maka *strategi* paling *efisien* untuk memutus rangkaian siklus itu…Insya Allah ada *pada bagian awal*…yakni *mencegah orang tua murka*… *Bila orang tua segera menghadapi anaknya…dengan kasih sayang dan tidak dengan kemurkaan* …maka *orang tua itu…menunjukkan kepada Allah…bahwa mereka berdua ridla kepada anaknya…Tentu bukan ridla terhadap kenakalannya.. melainkan ridla kepada diri anaknya.*

    Dengan memastikan ridla kepada anak..maka orang tua akan dapat melakukan 3 tahap ini:

    *1. Segera memaafkan anaknya…tidak memarahinya sama sekali…dan segera berusaha memahami situasi apa yang sedang dihadapi anaknya.*

    *2. Segera menemui…berdialog dan turut mendiskusikan…solusi terbaik apa yang harus diambil oleh anak…orang tua atau pihak lainnya…sambil terus mendoakannya.*

    *3. Segera melupakan segala kesalahan anaknya tadi…dan tidak mengungkit-ungkitnya kembali.*

    ูˆูŽุฅูู†ู’ ุชูŽุนู’ูููˆุง ูˆูŽุชูŽุตู’ููŽุญููˆุง ูˆูŽุชูŽุบู’ููุฑููˆุง ููŽุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ุบูŽูููˆุฑูŒ ุฑูŽุญููŠู…ูŒ

    *”Bila kalian memaafkannya…menemuinya dan melupakan kesalahannya…maka ketahuilah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.* (QS 64:14).

    Dengan *konversi murka* menjadi *ridla*…maka sekarang siklusnya jadi begini ๐Ÿ‘‰๏ฟฝ *Suatu hari anak itu nakal…Orang tuanya…segera melakukan 3 tahap itu…dengan penuh kasih sayang…sebagai wujud keridlaan mereka kepada anaknya.*

    *Karena orang tua anak itu ridla…maka Allah meridlainya.*

    *Karena Allah meridlainya…maka rumah yang penuh ridla itu…dirahmati Allah.*

    *Karena rumah itu penuh rahmat Allah…maka keluarga itu penuh kasih sayang…sehingga jadi makin bahagia.*

    *Karena keluarga itu bahagia…maka anak tidak akan sempat lagi nakal…sebab setiap masalah hidupnya selalu segera mendapat solusi.*

    *Jadi…pada setiap kenakalan anak (mohon maaf)…lokasi perbaikannya…sesungguhnya bukan pada anak…melainkan pada orang tuanya si anak…*

    Semoga bermanfaat…

    —maaap kalo kepanjangan ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ™๐Ÿผ๐Ÿ™๐Ÿผ. Gw langsung baca itu kalo lagi marah2 boookk. Tapi susyeee, bawaannya kok cepet bgt marah apalagi kl lagi capeeek :((

    1. Hahaha panjaaaaang, coba gue urut klo di case gue,
      1. Klo gue langsung gendong arsya dia pasti ga nangis2 (tapi masak dipendin)
      2. Klo gue ga sibuk nenangin arsya pasti gue bisa jawab pertanyaan aila
      3. Aman dunia persilatan yak hihihi

  3. Hahaha anak-anak memang lebih canggih ya belajarnya…apalagi sudah bisa merekam-rekam…waduh…pinter banget..kalau nggak sengaja keupload di youtube bagaimana..ya kita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s